Jumat, 05 Desember 2014

PRODUKTIVITAS
DALAM KAJIAN EKOSISTEM
 

Ø  Konsep produktivitas
Kajian produktivitas merupakan bagian yang penting dalam ekologi. Produktivitas merupakan istilah umum bagi para ahli ekologi yang digunakan untuk menyebut kemampuan organisme-organisme dalam ekosistem untuk menerima dan menyimpan energi. proses pemasukan dan penyimpanan energi di dalam ekosistem.
Produktivitas dapat dibagi dalam dua bentuk, pertama produktivitas primer meliputi produksi materi organik baru pada tumbuhan atau autrotof. Produktivitas primer meliputi pemasukan-pemasukan yang mencakup pemindahan energi cahaya menjadi energi kemis oleh produser.  Kedua yaitu produktivitas sekunder yang meliputi produksi materi organik baru pada hewan atau heterotrof, seperti penggunaan energi pada binatang dan mikroba.
Ø  Macam-Macam
Produktivitas primer didefinisikan sebagai laju pada energi pancaran yang disimpan oleh kegiatan fotosintesis atau kheosintesis organisme-organisme produsen ( terutama tumbuh- tumbuhan hijau) dalam bentuk senyawa-senyawa organik yang dapat digunakan sebagai bahan-bahan pangan.
4 urutan langkah-langkah dalam peristiwa pembentukan:
1.      Produktivitas primer kotor (“fotosintesis total” atau “asimilasi total”)
Yaitu laju total dari fotosintesis, termasuk bahan organik yang habis digunakan di dalam respirasi selama waktu pengukuran.
2.      Produktivitas primer bersih (“apparent fotosintesis” atau “asimilasi bersih)
Adalah  laju penyimpanan bahan organik yang berlebih di dalam jaringan-jaringan tumbuh-tumbuhan dari penggunaan respirasi oleh tumbuh-tumbuhan selama jangka waktu pengukuran.
3.      Produktivitas komunitas bersih
Laju penyimpangan bahan organik yang tidak digunakan oleh heterotrof (yakni produksi primer bersih dikurangi penggunaan heterotrof) selama jangka waktu yang bersangkutan, biasanya musim pertumbuhan atau setahun.

4.      Produktivitas sekunder
Laju penyimpanan energi pada tingkat konsumen.
Produktivitas sekunder yaitu kecepatan organisme heterotrof mengubah energi kimia dari bahan organik yang dimakan menjadi simpanan energi kimia baru di dalam tubuhnya. Pada produktivitas sekunder tidak dibagi atau dibedakan menjadi jumlah “kotor” dan “bersih”.
Di dalam menilai produktivitas ekosistem sangat penting untuk memperhatikan sifat dan besarnya, bukan hanya mengenai pengaturan energi yang berasal dari iklim, panen, pencemaran, dan tekanan-tekanan lainnya yang mengalihkan energi itu menjauhi ekosistem.
Ø  Faktor-faktor
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi primer yaitu proses fotosintesis, proses respirasi dan  faktor lingkungan (faktor internal meliputi struktur dan komposisi komunitas, jenis dan usia tumbuhan, serta peneduhan. faktor eksternal cahaya, karbohidrat, air, nutrisi, suhu, dan tanah)
Ø  Metode-Metode
Penentuan produktivitas primer dapat dilakukan dengan cara metode penuaian, metode penentuan oksigen, metode pengukuran karbondioksida, metode radioaktif dan metode penentuan klorofil.
Ø  Contoh-contoh
Secara garis besar produktivitas primer ekosistem alami dapat dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu
1.  Relatif tidak produktif, termasuk di dalamnya: lautan terbuka dan padang pasir. Produktivitasnya lebih rendah dari 0,1 gram/m²/hari.
2.  Produktivitas medium, meliputi: padang rumput semi kering, pantai laut, danau dangkal, dan hutan di tanah kering. Harga produktivitasnya berkisar antara 1-10 gram/m²/hari.
3. Sangat produktif, meliputi: estuaria, sistem koral, hutan lembab, paparan aluvial, dan daerah pertanian yang intensif. Produktivitasnya antara 10-20 gram/m²/hari.
Ø  Implikasi bagi  Nutrisi Manusia
 Selama sistem alami maupun pertanian produktivitasnya rendah maka haruslah dilakukan usaha untuk meningkatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Caranya adalah dengan mengurangi faktor pembatas untuk kehidupan tanaman tumbuhan, seperti pembuatan irigasi,penambahan pupuk, meningkatkan teknologi pertanian, pembuatan bibit unggul dan lain-lainnya. Populasi manusia menduduki tingkat tropik di atas herbivora sehingga perlu usaha untuk menanam tanaman yang langsung dapat dimakan manusia sehingga dapat menekan hilangnya energi sebelum dimanfaatkan manusia.
DAFTAR PUSTAKA
McNaughton, S.J dan Wolf, Larry L; alih bahasa, Pringgoseputro, Sunaryo dan Sringandono. 1990. Ekologi Umum edisi kedua.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Odum, Eugene P; alih bahasa, Samingan Tjahjono. 1993. Dasar-Dasar Ekologi edisi tiga.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ozetos, Xcalibur. 2012. Ekologi Tumbuhan Produktivitas, (Online), (http://ozetos.blogspot.com/2012/05/ekologi-tumbuhan-produktivitas.html, diakses 22 September 2013)
Soetjipta. 1992. Dasar-Dasar Ekologi Hewan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


1 komentar:

  1. menurut saya artikel ini sudah bagus dan menarik.sekaligus membantun buat mencari referensi .

    BalasHapus