CONTOH
KOLOID DALAM KEHIDUPAN
PASTA
GIGI
A. Alasan pasta gigi termasuk koloid
Pasta
gigi termasuk koloid karena jika ditinjau dari bahan penyusunnya, terdiri dari
air dan minyak yang tidak dapat saling melarutkan. Akan tetapi menjadi campuran
heterogen yang stabil dan tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain
yang diberikan kepadanya sehingga tidak terjadi pengendapan jika dibiarkan
selama beberapa waktu. Pasta gigi bersifat stabil sehingga tidak dapat dipisah
dan disaring menggunakan saringan maupun kertas saring biasa.
B. Jenis Koloid
Pasta gigi adalah Sistem koloid
yang termasuk ke dalam jenis emulsi cair yaitu emulsi dalam medium
pendispersi cair. Emulsi cair melibatkan campuran dua zat cair yang tidak dapat
saling melarutkan, yaitu zat
cair polar dan zat cair non-polar. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air
(zat cair polar) dan zat lainnya
seperti minyak (meski dapat berupa lemak) seperti yang terdapat pada pasta gigi yang terdiri dari air yang
terdispersi dalam minyak. Pasta gigi telah
memberikan andil yang sangat besar dalam kehidupan manusia terutama pada sektor industri kosmetika
dan perawatan tubuh yang digunakan untuk membersihkan gigi dengan sikat gigi.
C. Proses Pembuatan
Membuat pasta gigi dengan bahan sabun obat, gula,
CaCO3, gliserin dan minyak peppermint dan bahan tambahan lainnya.
Mula-mula
memanaskan air sekitar 10 ml dalam gelas beker, air yang digunakan sangat
sedikit karena air ini hanya digunakan untuk melarutkan sabun saja. Kemudian
memotong kecil-kecil sabun obat yang berwarna hijau sebanyak 7,5 gram dan
memasukkan ke dalam air yang sudah mendidih. Menunggu sampai sabun obat meleleh
sehingga menjadi suatu koloid berwarna hijau dan ada busa di atas. Kemudian
mengaduk larutan sabun ini dan menambahkan gula pasir sebanyak 10 gram. Ketika
gula ditambahkan, maka busa pada larutan sabun menjadi hilang dan warna larutan
yang semula hijau menjadi kuning karena tambahan dari gula pasir.
Di samping itu, saat melakukan pemanasan pada sabun
obat, memasukkan CaCO3 sedikit demi sedikit ke dalam gliserin
10 ml lalu mengaduknya. Perbandingan gliserin dan CaCO3 sangatlah
jauh sehingga CaCO3 tidak akan larut dalam gliserin. Kemudian,
memasukkan campuran CaCO3 ini ke dalam larutan sabun dan mengaduk
gula terus-menerus hingga membentuk pasta yang tidak padat juga tidak encer.
Setelah itu memasukkan pasta ke dalam tube dengan menggunakan plastik yang
dipotong ujungnya.
Pada
pembuatan pasta gigi ini, fungsi zat adalah:
1. Air : untuk
melarutkan bahan
2. Sabun obat:
sebagai bahan utama di mana nantinya akan menjadi bahan yang menimbulkan busa
sehingga dapat mengangkat kotoran
3. Gliserin :
sebagai pelembab
4. CaCO3 :
memberikan unsur kalsium pada pasta sehingga dapat menguatkan gigi
5. Minyak
peppermint: sebagai pemberi aroma segar dan menghilangkan rasa eneg
6. Gula: memberikan rasa manis

membatu banget
BalasHapusmakasih