Jumat, 05 Desember 2014


CONTOH KOLOID DALAM KEHIDUPAN
PASTA GIGI


A.    Alasan pasta gigi termasuk koloid
Pasta gigi termasuk koloid karena jika ditinjau dari bahan penyusunnya, terdiri dari air dan minyak yang tidak dapat saling melarutkan. Akan tetapi menjadi campuran heterogen yang stabil dan tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang diberikan kepadanya sehingga tidak terjadi pengendapan jika dibiarkan selama beberapa waktu. Pasta gigi bersifat stabil sehingga tidak dapat dipisah dan disaring menggunakan saringan maupun kertas saring biasa.
B.     Jenis Koloid
Pasta gigi adalah Sistem koloid yang termasuk ke dalam jenis emulsi cair   yaitu emulsi dalam medium pendispersi cair. Emulsi cair melibatkan campuran    dua zat cair yang tidak dapat saling  melarutkan, yaitu zat cair polar dan zat cair  non-polar. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air (zat cair polar) dan zat    lainnya seperti minyak (meski dapat berupa lemak) seperti yang terdapat pada    pasta gigi yang  terdiri dari air yang terdispersi dalam minyak. Pasta gigi telah memberikan andil yang sangat besar dalam kehidupan manusia terutama  pada sektor industri kosmetika dan perawatan tubuh yang digunakan untuk  membersihkan gigi dengan sikat gigi.
C.    Proses Pembuatan
Membuat pasta gigi dengan bahan sabun obat, gula, CaCO3, gliserin dan minyak peppermint dan bahan tambahan lainnya.
Mula-mula memanaskan air sekitar 10 ml dalam gelas beker, air yang digunakan sangat sedikit karena air ini hanya digunakan untuk melarutkan sabun saja. Kemudian memotong kecil-kecil sabun obat yang berwarna hijau sebanyak 7,5 gram dan memasukkan ke dalam air yang sudah mendidih. Menunggu sampai sabun obat meleleh sehingga menjadi suatu koloid berwarna hijau dan ada busa di atas. Kemudian mengaduk larutan sabun ini dan menambahkan gula pasir sebanyak 10 gram. Ketika gula ditambahkan, maka busa pada larutan sabun menjadi hilang dan warna larutan yang semula hijau menjadi kuning karena tambahan dari gula pasir.
Di samping itu, saat melakukan pemanasan pada sabun obat, memasukkan CaCO sedikit demi sedikit ke dalam gliserin 10 ml lalu mengaduknya. Perbandingan gliserin dan CaCO3 sangatlah jauh sehingga CaCO3 tidak akan larut dalam gliserin. Kemudian, memasukkan campuran CaCO3 ini ke dalam larutan sabun dan mengaduk gula terus-menerus hingga membentuk pasta yang tidak padat juga tidak encer. Setelah itu memasukkan pasta ke dalam tube dengan menggunakan plastik yang dipotong ujungnya.
Pada pembuatan pasta gigi ini, fungsi zat adalah:
1.      Air : untuk melarutkan bahan
2.      Sabun obat: sebagai bahan utama di mana nantinya akan menjadi bahan yang menimbulkan busa sehingga dapat mengangkat kotoran
3.      Gliserin : sebagai pelembab
4.      CaCO3 : memberikan unsur kalsium pada pasta sehingga dapat menguatkan gigi
5.      Minyak peppermint: sebagai pemberi aroma segar dan menghilangkan rasa eneg
6.   Gula: memberikan rasa manis

1 komentar: